Minggu, 28 Juni 2015

PETER NIMBLE AND HIS FANTASTIC EYES

Sttt… kau harus berhati-hati menaruh buku ini, jika kau lengah kau mungkin akan kehilangan kisah petualangan yang mungkin tidak pernah kau bayangkan. Seorang bocah laki-laki mungkin saja akan mengambil buku ini darimu. Jadi genggam eratlah!!!

Tokoh utama pada novel ini adalah seorang bocah laki-laki berusia sepuluh tahun, Peter. Biasanya kalau aku baca novel-novel yang tokohnya perempuan, aku ngebayangin posisiku tokohnya adalah aku “ngayal-ngayal gitu” supaya ngeresapin ceitanya. Kasian yah nasib ndak pernah keterima casting. Tapi berhubung tokohnya cowok yah nggak mungkin aku berubah cowok dong buat ngeresepin ceritanya. Jadi nich, aku gaya-gaya classic girl yang tersesat di jalan yang baru pertama kali dilalui –kalau kau tau ceritanya aku baru pindah rumah- dan berhenti pada sebuah toko yang paling kumuh. Tidak ada keterangan apapun mengenai toko ini seperti nama toko atau keterangan apa yang dijual. Aku masuk ke dalam toko bukan karena tertarik tapi di luar sedang hujan. Aku sedikit kecewa, ternyata ini adalah toko buku atau tepatnya gudang buku. Aku pikir tidak mungkin ada orang di sini karena suasana benar-benar sesunyi langit malam kecuali saat seorang pria muncul dihadapanku membawa dua gelas kopi susu atau minuman apalah itu. Pria itu tersenyum sambil mempersilahkan duduk di tempat yang hanya ada dua kursi dan meja yang sangat kecil yang hanya mampu untuk meletakkan dua gelas minuman yang ia bawa tadi.
Entahlah, aku menuruti saja saat dia mempersilahkanku untuk duduk. Kau tau, ini adalah tempat asing yang belum pernah aku datangi di mana seorang pria yang tidak aku kenal yang seolah-olah tau ada seseorang yang akan datang ke tokonya.
Dia bertanya padaku aku ingin cerita seperti apa. Aku bilang padanya bahwa minuman yang ada di depanku lebih menarik daripada cerita-cerita konyol. Aku tidak berpikir sama sekali bahwa ada racun atau obat tidur dalam minuman ini karena aku sekarang yakin bahwa minuman yang ada di depanku adalah kopi yang ditambah sedikit sekali susu yang mungkin digunakan sebagai pemanis. Kau tau kopi tidak akan membuatmu tertidurkan. Pria itu tersenyum saat aku bilang ceritalah yang akan membuatku tertidur apalagi jika dia meminta aku membaca buku dari mungkin ratusan bahkan ribuan buku yang ada di sini. Dan dia mengeluarkan gelak tawa yang bijak saat aku bilang membaca buku tidak berguna dan tidak ada pengaruhnya dengan kehidupan nyata. Kau tau novel atau cerita hanya hasil manipulasi kata-kata seseorang yang sok cerdas. Dan kau mau membuang waktumu untuk itu? Dia bilang minuman di depanku ini adalah upahku jika aku mendengarkan dia bercerita. Aku langsung mengangguk karena aku pikir tidak ada ruginya. Pria itu memperkenalkan namanya Jonathan Auxier.

Hahah… sorry ya guys ilustrasiku kepanjangan cuma berbagi imajinasi doang…. Kkkkk.
Novel ini terbagi menjadi tiga puluh satu chapter yang tergabung pada tiga bagian cerita yang dinamai sesuai dengan nama tiga pasang mata Peter Nimble yaitu Emas, Onyx dan Zamrud. Menurutku sih, novel ini beda dengan yang lain di mana tidak sekedar memaparkan fiksi anak-anak. Cerita Peter Nimble pantas aku sandingkan dengan cerita-cerita dongeng sekaliber Putri Tidur, Cinderella, Snow White, dll. Cerita ini berhasil membawaku terbuai dengan imajinasiku dan membawaku keluar dari dunia nyata ini. (syyukurnya bisa balik lagi ke dunia nyata dan nulis tulisan ini, wkkwkwk).

Apa yang menarik dari cerita ini?
Novel ini berisi sebuah petualangan, keajaiban, persahabatan yang membangkitkan daya imajinasi. Versiku, novel ini tidak hanya berbagi kisah dongeng belaka tapi banyak pengetahuan dan pelajaran yang aku dapat dari novel ini.
Ada banyak hal-hal yang membatasi kehidupan kita sehingga kita akan hidup pada sebuah kehidupan yang mungkin monoton. Seperti kata bapak Jonathan bahwa kegiatan mendongeng mungkin akan mempengaruhi pandangan hidupmu.NOTE 17 Hal ini menjadi vitamin kehidupanku yang penuh dengan putih, abu-abu dan hitamnya kehidupan. Apa yang kau baca akan memberi warna kehidupan yang akan membentang luas tanpa batas.

Pertanyaan kritis apa yang mungkin kau ajukan selagi membaca cerita ini? Apakah kau menemukan jawabannya?
Ditengah menikmati dongeng ini, ada walking line yang ku lihat di benakku. Apakah kotak yang berisi tiga pasang mata ini hanya sebuah keberuntungan yang mampu membebaskan Peter dari kenistaan hidup yang tengah ia lalui akibat Mr. Seamus atau memang ini sebuah takdir yang akan mengantarkan Peter ke kehidupan yang lebih baik?
Jujur aku sedikit tidak menyukai cerita yang berbau kebetulan atau keberuntungan, entahlah kenapa seperti itu?
Untungnya bapak Jonathan bilang ini bukan sebuah keberuntungan atau kebetulan namun ini semua jalan nasib yang harus dilalui oleh Peter atau istilah kerennya TAKDIR. NOTE 18

Pergolakan bantin muncul saat aku tau bahwa Peter adalah pewaris tahta kerajaan yang telah hilang. Kau kan tau menjadi seorang pahlawan dan seorang raja akan lebih meyakinkan kalau dia adalah orang yang berada pada dunia putih alias kebaikan. Tapi kenapa bapak Jonathan justru menceritakan sosok pahlawan yang nantinya menjadi raja sebuah kerajaan malah berasal dari dunia hitam alias kejahatan?
Peter adalah seorang pencuri terhebat di dunia dan dia akan menjadi pahlawan pada cerita ini??? Kalau kau tau apa yang telah terjadi pada Peter dan apa yang ia hadapi untuk memperbaiki, membawa keadilan dan kebahagiaan yang telah direnggut darinya. Mencuri bukanlah sebuah keinginannya namun paksaan sosial yang harus ia hadapi selama bersama Mr. Seamus. Pergolakan bantin kerap menghampiri Peter, itu berarti Peter tidak menghendaki untuk mencuri. Namun, semua pelajaran yang ia peroleh dari kehidupan sebagai pencuri akan membawa sebuah manfaat atau peruntungan untuk menghadapi sebuah tantangan besar di masa depan. Semua ini seperti persiapan. NOTE 8

Apa yang  kau sukai dari cerita ini?
Seberapa banyak pengetahuan kalian tentang cerita-cerita novel atau film tentang penyihir. Aku sangat menyukai cerita-cerita tentang penyihir, tapi aku suka penyihir yang rada-rada kocak, nyentrik, baik atau penyihir putih gitu. Kalau penyihir yang jahat, aku mah takut atuh. Di sini aku menemukan cerita penyihir yang absurd banget yang tidak aku bayangkan sama sekali, meskipun hanya sedikit bagian pada cerita ini. Cerita penyihir muncul saat menguak asal usul Sir Tode yaitu perpaduan manusia, kucing dan kuda.
Sir Tode bukanlah kucing yang mampu bicara seperti halnya manusia dan memiliki kelainan dengan memiliki bagian-bagian tubuh tertentu seperti kuda. Tapi, dia memang perpaduan ketiga komponen itu. akibat pertengkarannya suatu malam dengan seekor kucing yang menyebabkan seorang penyihir marah akibat gangguan yang diakibatkan dari keributan tersebut. Sir Tode yang saat itu bersama kudanya beserta kucing yang bertengkar dengannya disihir penyihir jadi satu kesatuan.note 3
Bagian ini sedikit membuatku bergidik, kalian pernah dengarkan kalau ada mitos-mitos seperti jangan bangun kesiangan nanti rejekinya dipatuk ayam. Nah aku jadi punya mitos sendiri, “HATI-HATI JANGAN BERTENGKAR DENGAN BINATANG NANTI DISIHIR PENYIHIR JADI SATU”. Wkwkkw

Apa yang tidak kau sukai dari cerita ini?
Tidak ada hal yang akan aku perdebatkan dengan Bapak Jonathan, kecuali hal kecil saat Sir Tode meminta Peter untuk menemaninya berpetualang sekali lagi dalam mengemban sebuah misi penyelamatan penyihir yang terdampar di sebuah pulau.
Aku        : Kau bilang kutukan penyihir ini menyebabkan Sir Tode hidup dalam beberapa kehidupan dengan kondisi seperti ini sehingga ia tidak akan tua sampai sihir itu diangkat. Jika ia berhasil menyelamatkan penyihir itu, apakah ia akan kembali kewujudnya semula. Entahlah,,, aku lebih menyukai Sir Tode dalam kondisi seperti ini.

Menurutku Peter Nimble layak banget buat difilm-in, kalaupun ada pastinya KUDU nonton.

Judul               : PETER NIMBLE AND HIS FANTASTIC EYES
Penulis            : JONATHAN AUXIER
Tahun             : 2011
Terbitan         : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

NOTES:
PETER NIMBLE
AND HIS FANTASTIC EYES

-Jonathan Auxier-

Note 1:
[PAGE 42]

Beberapa hal dalam hidup memang jelas sekali bagi orang-orang yang bisa melihat seperti kau dan aku, namun tidak demikian bagi Peter. Ia misalnya sama sekali tidak mengenal buku-buku sekalipun isinya penuh petualangan dan keajaiban.

Note 2:
[PAGE 61]

Sekalipun ia tinggal di dunia yang dipenuhi banyak sekali hal aneh, binatang-binatang yang berbicara jelas tidak termasuk di antaranya. Peter, seperti semua anak lain, selalu menyukai cerita tentang makhluk-makhluk yang menggemaskan dan bisa bicara.

Note 3:
[PAGE 62]

Dulu sekali, Sir Tode ksatria yang normal yang mengisi hidupnya dengan duel dan gadis-gadis. Namun pada suatu malam yang malang, ia dan kuda gagahnya membuat kesalahan karena bertengkar dengan kucing jalanan di luar jendela rumah nenek sihir yang sedang tidur. Nenek sihir cenderung kasar pada hari-hari biasa, dan tempramen mereka bertambah parah karena kurang tidur. Tanpa berpikir panjang, nenek sihir pemarah itu melambaikan lap pencuci piring keluar jendela, mengucapkan mantra, dan mengubah Sir Tode, si kuda, dan si kucing kecil menjadi sesosok makhluk yang menggelikan.

Note 4:
[PAGE 72]

Profesor Cake, seperti semua orang cerdas lain, tidak tahan untuk tidak bermain kata-kata sekali-kali.

Note 5:
[PAGE 73]

Sebagai orang yang bijaksana, Profesor Cake tahu bahwa hubungan yang tidak dimulai dengan satu atau dua pertikaian pasti tidak akan tahan lama: semua orang sudah tahu bahwa perselisihanmemperkuat persahabatan. Sekarang saja Peter dan Sir Tode telah menumbuhkan benih-benih rasa saling hormat yang suatu hari nanti akan berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar-persahabatan yang akan melebihi kisah-kisah legendaris.


Note 6:
[PAGE 77]

“Kenapa kau menyebutnya Danau Galau?”
“Karena setiap botol itu berisi masalah. Saat orang-orang butuh bantuan – apakah itu karena kelaparan, kegilaan, atau patah hati – mereka sering menaruh pesan dalam botol lalu melemparnya ke laut dengan harapan seseorang akan menemukan pesan itu dan membantu mereka.”
 
Note 7:
[PAGE 82]

“Bukan kosong. Belum ditemukan. Di luar sana terbentang berbagai hal luar biasa yang jauh melampaui bayangan semua pedang dan pelaut ditempatmu. Ada banyak dunia mustahil yang menunggu untuk dijelajahi.”

Note 8:
[PAGE 84]

“Aku ini cuma penjahat.”

“Menurut pengalamanku, para pahlawan tidaklah lebih baik dari kau atau aku. Dan sekalipun kadang-kadang bersikap mulia, mereka cerdik, banyak akal, dan sedikit nekat. Siapa yang lebih cocok dengan gambaran tersebut selain Peter Nimble yang hebat?”

Note 9:
[PAGE 86]

“Keputusan-keputusan penting jarang ada yang mudah. Ini jalan hidupmu dan hanya kau yang bisa menentukan pilihan.”

Note 10:
[PAGE 90]

“ Dan terakhir, Peter Nimble, aku memanggilmu bukan karena kau akan menjadi apa nantinya, tapi karena siapa kau sekarang ini. Kalau kau sampai berada dalam kesulitan, ingat siapa dirimu di atas semua hal lain.”

Note 11:
[PAGE 103]

“ Kadang-kadang, lebih baik kalau kita tidak menghakimi hanya karena penampilan seseorang berbeda.”

Note 12:
[PAGE 123]

Kalau pernah, kau pasti tahu lemon dan jenis-jenis jeruk lainnya bagus untuk menangkal penyakit mengerikan bernama “sariawan”. Sariawan terjadi karena kekurangan vitamin ajaib yang membuat gigi seseorang tidak membusuk selama pelayaran panjang; orang-orang menyebutnya “Vitamin Sea” atau “Vitamin Laut”.

Note 13:
[PAGE 156]
 ----

Note 14:
[PAGE 212]

Berdasarkan pengalamannya dengan Scrabbs Tua, Peter tahu cara terbaik untuk menginterograsi seseorang adalah dengan membuat setiap pertanyaan berkaitan dengan orang itu: semua orang pada dasarnya sangat senang berbicara tentang diri sendiri.

Note 15:
[PAGE 237]

Ada banyak raja, tidak ada pangeran
Burung-burung gagak berkeliaran dan samudra menarik diri.
Hanya orang asing yang akan membawa kelegaan,
Namun kegelapan berkuasa, kecuali ia … pencuri.

Note 16:
[PAGE 241]

Orang dewasa bisa diintimidasi dan ditipu, tapi prinsip seorang anak jauh lebih kuat.

Note 17:
[PAGE 245]

Mungkin dalam hidupmu sendiri kau sudah tahu bahwa kegiatan mendongeng sangat besar dampaknya. Kisah yang disampaikan dengan baik dapat membuat para pendengarnya terbang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan mereka dan ketika kembali, mereka punya pandangan yang lebih baik tentang dunia ini.

Note 18:
[PAGE 321]

Itu berarti bahwa pesan itu, pelayaran di laut, serta gurun pasir itu, semuanya bukan sekadar kebetulan… semua itu memang garis nasibnya.

Note 19:
[PAGE 408]

“Tidak ada istilah cuma anak kecil.”

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar