Minggu, 28 Juni 2015

BERPIKIR KRITISSSSSSSSSS!!!!


Buku ini bertujuan mengajarkan keterampilan berpikir kritis: kemampuan menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi gagasan dan argument. Buku ini mengacu pada konsepsi berpikir kritis yang diterima secara luas, dan membahas banyak keterampilan atau kompetensi dasar yang harus dimiliki para pemikir kritis yang handal.
Berpikir kritis secara esensial adalah sebuah proses ‘aktif’ – proses di mana Anda memikirkan pelbagai hal secara lebih mendalam untuk diri Anda, mengajukan berbagai pertanyaan untuk diri Anda, menemukan informasi yang relevan untuk diri Anda, dan lain-lain, ketimbang menerima pelbagai hal dari orang lain sebagian besarnya secara pasif.
Berpikir kritis member pengaruh besar terhadap penalaran, untuk mengemukakan alasan-alasan dan untuk mengevaluasi penalaran sebaik mungkin.
Satu-satunya cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis seseorang ialah melalui ‘berpikir tentang pemikiran diri sendiri’ (atau sering disebut ‘metakognisi’), dan secara sadar berupaya memperbaikinya dengan merujuk pada beberapa model berpikir yang baik dalam bidang itu.
KETERAMPILAN PENTING DALAM PEMIKIRAN KRITIS
Edward Glaser mendaftarkan kemampuan untuk:
(a)   Mengenal masalah, (b) menemukan cara-cara yang dapat dipakai untuk menangani masalah-masalah itu, (c) mengumpulan dan menyusun informasi yang diperlukan, (d) mengenal asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan, (e) memahami dan menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dank has, (f) menganalisis data, (g) menilai fakta dan mengevaluasi pernyataan-pernyataan, (h) mengenal adanya hubungan yang logis antara masalah-masalah, (i) menarik kesimpulan-kesimpulan dan kesamaan-kesamaan yang diperlukan, (j) menguji kesamaan-kesamaan dan kesimpulan-kesimpulan yang seseorang ambil, (k) menyusun kembali pola-pola keyakinan seseorang berdasarkan pengalaman yang lebih luas; dan (l) membuat penilaian yang tepat tentang hal-hal dan kualitas-kualitas tertentu dalam kehidupan sehari-hari (Glaser, 1941, hlm.6).
‘Peta Berpikir’ merupakan daftar pertanyaan-pertanyaan penting yang Anda harus jawab ketika mempertimbangkan argument – apakah itu argumen orang lain atau argumen Anda sendiri. Peta berpikir terbagi menjadi dua bagian yaitu Analisis dan Evaluasi. ‘Analisis’ menuntun Anda untuk memahami apa yang sedang dipersoalkan. Sedangkan ‘Evaluasi’ menuntun Anda memutuskan apakah Anda sungguh diyakinkan oleh argument itu atau tidak.


PETA BERPIKIR 
ANALISIS DAN EVALUASI KRITIS ATAS ARGUMEN-ARGUMEN

Analisis
1.  Apakah Kesimpulan-(kesimpulan) utamanya (mungkin dinyatakan atau tidak dinyatakan; mungkin berupa rekomendasi, penjelasan, dan sebagainya, kata-kata indikator argumen dan tes ‘oleh karena itu’ mungkin bisa membantu)?
2.      Apa saja Alasan-alasannya (data, bukti) dan Strukturnya?
3.    Apa yang Diasumsikan (yaitu, implicit atau diterima begitu saja, barangkali berdasarkan Konteks)?
4.  Menjelaskan Artinya (lewat istilah-istilah, klaim-klaim atau argumen-argumen) di mana perlu.
Evaluasi
5.  Apakah alasan-alasannya Dapat Diterima (termasuk alasan-alasan yang eksplisit dan asumsi-asumsi yang tidak dinyatakan – ini bisa mencakup mengevaluasi pemikiran klaim-klaim factual, definisi-definisi dan keputusan-keputusan yang bernilai serta menilai Kredibilitas sebuah sumber)?
6.  (a) Apakah pemikiran itu Mendukung kesimpulan-(kesimpulan) (apakah dukungan itu kuat, misalnya ‘hampir pasti benar’, atau lemah)? (b) apakah ada Pertimbangan-pertimbangan/ Argumen-argumen Lain yang Relevan yang memperkuat atau memperlemah kasus itu? (Anda mungkin sudah mengetahuinya atau mungkin harus menafsirnya)
7.      Apa Evaluasi Menyeluruh Anda (berdasarkan poin 1 sampai 6)?


PETA BERPIKIR
MENGKLARIFIKASI GAGASAN DENGAN TERAMPILAN

  1.  Apa masalahnya? (apakah problem itu samar-samar, dwi-an (ambigu), memerlukan contoh atau apa?) 
  2. Siapa audiensnya? (Apa latar belakang pengetahuan dan keyakinan yang dapat diasumsikan dimiliki oleh audiens?) 
  3. Dengan adanya audiens, apa yang akan menyediakan klarifikasi yang cukup untuk maksud terkini? 
  4. Sumber-sumber yang mungkin untuk klarifikasi:
    a.       Definisi kamus (menyampai pemakaian biasa),
    b. Definisi/penjelasan dari orang yang berwenang dalam suatu bidang (menyampaikan pemakaian khusus),
    c.       Menentukan makna; menetapkan makna.
  5. Cara-cara mengklarifikasi istilah dan gagasan:
a.       Memberikan ungkapan yang sinonim – atau paraphrase,
b.       Memberikan kondisi yang perlu dan cukup (atau definisi ‘jika dan hanya jika’),
c.       Memberikan contoh yang jelas (dan non-contoh),
d.       Menarik perbedaan (termasuk per genus et differentiam),
e.       Menjelaskan sejarah sebuah ungkapan.
  
           6.  Berapa banyak detail yang dibutuhkan oleh audiens dalam situasi ini?



 

                                                           PETA BERPIKIR
PENJELASAN SEBAB-AKIBAT YANG KRITIS
 
  1. Kemungkinan-kemungkinan apakah yang ada dalam kasus ini? 
  2. Bukti apakah yang dapat Anda temukan yang akan mendukung atau melawan probabilitas kemungkinan-kemungkinan ini (jika Anda dapat menemukannya)? 
  3.  Bukti apakah yang sudah Anda miliki, atau yang dapat Anda kumpulkan, yang relevan untuk menentukan apa yang menyebabkan apa? 
  4.  Kemungkinan manakah yang dianggap paling mungkin oleh bukti itu? (Penjelasan apa yang paling cocok dengan hal lain yang kita tahu dan yakini?)


JUDUL               : SEBUAH PENGANTAR : BERPIKIR KRITIS
PENULIS          : ALEC FISHER
TAHUN             : 2009
PENERBIT      : Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar