Buku ini
bertujuan mengajarkan keterampilan berpikir
kritis: kemampuan menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi gagasan
dan argument. Buku ini mengacu pada konsepsi berpikir kritis yang diterima
secara luas, dan membahas banyak keterampilan atau kompetensi dasar yang harus
dimiliki para pemikir kritis yang handal.
Berpikir
kritis secara esensial adalah sebuah
proses ‘aktif’ – proses di mana Anda memikirkan pelbagai hal secara lebih
mendalam untuk diri Anda, mengajukan berbagai pertanyaan untuk diri Anda,
menemukan informasi yang relevan untuk diri Anda, dan lain-lain, ketimbang
menerima pelbagai hal dari orang lain sebagian besarnya secara pasif.
Berpikir
kritis member pengaruh besar terhadap penalaran, untuk mengemukakan
alasan-alasan dan untuk mengevaluasi penalaran sebaik mungkin.
Satu-satunya
cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis seseorang ialah melalui
‘berpikir tentang pemikiran diri sendiri’ (atau sering disebut ‘metakognisi’),
dan secara sadar berupaya memperbaikinya dengan merujuk pada beberapa model
berpikir yang baik dalam bidang itu.
KETERAMPILAN PENTING DALAM PEMIKIRAN KRITIS
Edward
Glaser mendaftarkan kemampuan untuk:
(a)
Mengenal
masalah, (b) menemukan cara-cara yang dapat dipakai untuk menangani
masalah-masalah itu, (c) mengumpulan dan menyusun informasi yang diperlukan,
(d) mengenal asumsi-asumsi dan nilai-nilai yang tidak dinyatakan, (e) memahami
dan menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dank has, (f) menganalisis data, (g)
menilai fakta dan mengevaluasi pernyataan-pernyataan, (h) mengenal adanya
hubungan yang logis antara masalah-masalah, (i) menarik kesimpulan-kesimpulan
dan kesamaan-kesamaan yang diperlukan, (j) menguji kesamaan-kesamaan dan
kesimpulan-kesimpulan yang seseorang ambil, (k) menyusun kembali pola-pola
keyakinan seseorang berdasarkan pengalaman yang lebih luas; dan (l) membuat
penilaian yang tepat tentang hal-hal dan kualitas-kualitas tertentu dalam
kehidupan sehari-hari (Glaser, 1941, hlm.6).
‘Peta
Berpikir’ merupakan daftar pertanyaan-pertanyaan penting yang Anda harus jawab
ketika mempertimbangkan argument – apakah itu argumen orang lain atau argumen
Anda sendiri. Peta berpikir terbagi menjadi dua bagian yaitu Analisis dan
Evaluasi. ‘Analisis’ menuntun Anda untuk memahami apa yang sedang dipersoalkan.
Sedangkan ‘Evaluasi’ menuntun Anda memutuskan apakah Anda sungguh diyakinkan
oleh argument itu atau tidak.
PETA BERPIKIR
ANALISIS DAN
EVALUASI KRITIS ATAS ARGUMEN-ARGUMEN
Analisis
1. Apakah Kesimpulan-(kesimpulan)
utamanya (mungkin dinyatakan atau tidak dinyatakan; mungkin berupa rekomendasi,
penjelasan, dan sebagainya, kata-kata indikator argumen dan tes ‘oleh karena
itu’ mungkin bisa membantu)?
2. Apa saja Alasan-alasannya
(data, bukti) dan Strukturnya?
3. Apa yang Diasumsikan
(yaitu, implicit atau diterima begitu saja, barangkali berdasarkan Konteks)?
4. Menjelaskan Artinya (lewat istilah-istilah, klaim-klaim atau argumen-argumen)
di mana perlu.
Evaluasi
5. Apakah alasan-alasannya Dapat Diterima (termasuk alasan-alasan yang eksplisit dan
asumsi-asumsi yang tidak dinyatakan – ini bisa mencakup mengevaluasi pemikiran
klaim-klaim factual, definisi-definisi dan keputusan-keputusan yang bernilai
serta menilai Kredibilitas sebuah
sumber)?
6. (a) Apakah pemikiran itu Mendukung kesimpulan-(kesimpulan) (apakah dukungan itu kuat,
misalnya ‘hampir pasti benar’, atau lemah)? (b) apakah ada Pertimbangan-pertimbangan/ Argumen-argumen Lain yang Relevan yang
memperkuat atau memperlemah kasus itu? (Anda mungkin sudah mengetahuinya atau
mungkin harus menafsirnya)
7. Apa Evaluasi
Menyeluruh Anda (berdasarkan poin 1 sampai 6)?
PETA BERPIKIR
MENGKLARIFIKASI
GAGASAN DENGAN TERAMPILAN
- Apa masalahnya? (apakah problem itu samar-samar, dwi-an (ambigu), memerlukan contoh atau apa?)
- Siapa audiensnya? (Apa latar belakang pengetahuan dan keyakinan yang dapat diasumsikan dimiliki oleh audiens?)
- Dengan adanya audiens, apa yang akan menyediakan klarifikasi yang cukup untuk maksud terkini?
- Sumber-sumber
yang mungkin untuk klarifikasi: a. Definisi kamus (menyampai pemakaian biasa),b. Definisi/penjelasan dari orang yang berwenang dalam suatu bidang (menyampaikan pemakaian khusus),c. Menentukan makna; menetapkan makna.
- Cara-cara mengklarifikasi istilah dan gagasan:
a.
Memberikan
ungkapan yang sinonim – atau
paraphrase,
b.
Memberikan kondisi yang perlu dan cukup (atau
definisi ‘jika dan hanya jika’),
c.
Memberikan contoh yang jelas (dan non-contoh),
d.
Menarik perbedaan (termasuk per genus et differentiam),
e.
Menjelaskan sejarah sebuah ungkapan.
6. Berapa banyak detail yang dibutuhkan oleh
audiens dalam situasi ini?
PENJELASAN
SEBAB-AKIBAT YANG KRITIS
- Kemungkinan-kemungkinan apakah yang ada dalam kasus ini?
- Bukti apakah yang dapat Anda temukan yang akan mendukung atau melawan probabilitas kemungkinan-kemungkinan ini (jika Anda dapat menemukannya)?
- Bukti apakah yang sudah Anda miliki, atau yang dapat Anda kumpulkan, yang relevan untuk menentukan apa yang menyebabkan apa?
- Kemungkinan manakah yang dianggap paling mungkin oleh bukti itu? (Penjelasan apa yang paling cocok dengan hal lain yang kita tahu dan yakini?)
JUDUL : SEBUAH PENGANTAR : BERPIKIR
KRITIS
PENULIS : ALEC FISHER
TAHUN : 2009
PENERBIT : Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar