PENULIS : ANGIE SAGE
TAHUN : 2014
JUDUL : ARMINTA SPOOK:
MY HAUNTED HOUSE
PENERBIT : NOURA BOOKS,
JAKARTA (VERSI TERJEMAHAN)
HARPERCOLLINS PUBLISHERS (VERSI ASLI)
Sebenarnya sudah beberapa kali liat novel ini
waktu ke bookstore, tapi pilihan jatuh kelain hati. Pada suatu hari yang begitu
tenang, ku jumputlah ini buku karena dari cover cukup menarik hati ini. Dari
cover coba tebak-tebak kalo tokoh utamanya adalah anak-anak (pasti donk, liat
di label belakang ada tulisan “fiksi anak”… actually this is my fav genre,
wkwkk) dan ada horor-horor.
Novel ini berhasil dilahap dalam sehari karena
cukup tipis dengan total halaman 115. Yang aku suka dari fiksi anak-anak ialah
gambar-gambar yang eyecathing banget. Ntah kenapa kalo novel-novel remaja
bahkan dewasa tidak terlalu banyak memuatkan gambar-gambar. Menurutku unsure
visualisasi juga penting. Nach di novel ini gambar cute and creepy, dan aku
suka.
Untuk alur cerita, jujur nggak terlalu creepy.
Aku maklum sih inikan segmennya buat anak-anak. Pastinya yang create juga nggak
mau sampe bikin anak-anak takut tidur atau bahkan takut ke toilet. Tapi jujur,
cerita ini mewakili imajinasiku saat kecil dulu.
“Aku selalu ingin menemukan jalan rahasia.”- hal 38
Sering ngejelajah rumah kalau saja ada ruang
rahasia (meskipun rumah kecil tapi entah kenapa sense aja ngebayangin kaya
gitu). Alih-alih nemu ruang rahasia, tembok rumah (yang terbuat dari kayu)
malah bolong dan nembusnya ia ke ruang sebelah, wkwkwk.
Yupz, ceritanya Arminta mau membuat sebuah
rencana terbaik agar calon pembeli tidak membeli rumahnya yang akan di jual
oleh Bibi Tabby. Arminta tinggal bersama dengan Bibi Tabby dan Paman Drac,
karena kedua orang tuanya tidak pernah kembali saat berburu vampire di
Transylvania. Saat mencoba membetulkan Tuan Horace, baju zirah, Arminta
menemukan sebuah kunci yang tua dengan label tua yang bertuliskan.
Ini merupakan kunci menuju
Balkon
Kelak mampu membuka segala pintu
Kunci itulah yang membawa Arminta ke tempat
yang belum pernah ia datangi meski di rumahnya sendiri. Bahkan di sana ia
bertemu dengan Hantu yang ada di rumahnya. Tapi syukurnya hantunya nggak
semengerikan hantu-hantu di Indonesia. Coba aja ketemu bakalan lari
compang-camping, mana ada niatan buat say hello sekalipun. Nach di sini
hantunya nggak semengerikan itu. pernah nonton Harry Potter dongs, ada tuh
hantu-hantu yang bertebangan saat para murid lagi di meja makan. Nggak seremkan,
bahkan para murid bercanda dan bertegur sapa dengan mereka. Jadi, sosok hantu
yang ada di rumah Arminta adalah sosok hantu yang Friendly menurutku, awalnya,
tapi nggak tau selanjutnya bisa kaya gimana.
“Di salah satu sudut terdapat kursi tua dengan tumpukkan
buku tua dan lusuh di atasnya.”
Kalimat di atas adalah gambaran salah satu
ruangan yang ditemukan Arminta. That’s
my fav part. Wah, aku mah ngarep banget bisa nemu ruangan seperti ini.
Perfect banget buat tempat rahasia apalagi nemu buku-buku tua.
“Di depan pintu, berdiri beberapa orang teraneh yang pernah
ada.”
Kalau novel ini dibuat movie, kalian bisa
bayangin movie garapan TIM Burton. Pas banget tuh Gotik-gotik gimana gituh. Tokoh-tokoh
yang muncul dalam cerita ini yaitu:
1) Arminta
2) Bibi Tabitha
3) Paman Drac
4) Tuan Horace
5) Edmund
6) Keluarga Wizzard
a)
Brenda Wizzard
b)
Barry Wizzard
c)
Wanda Wizzard
Ending ceritanya menurutku bagus, nggak
dipaksain, natural banget.
“Jadi aku tahu, aku
tinggal di rumah berhantu, seperti yang selalu kuinginkan.”
Meskipun ceritanya asyik tapi jujur untuk
ketemu hantu mah nggak nagrepin di dunia nyata atuh. Selesai buku pertama,
tertarik untuk ke buku Arminta kedua yang judulnya Pedang dalam Gua. Check it
out!!!!
Kesimpulan:
Arminta memiliki sifat yang selalu ingin tahu
dan pemberani yang membawanya ke tempat yang tidak pernah ia bayangkan. Sifat
ini yang membawa Arminta pada petualangan yang tak pernah ia bayangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar