Rabu, 27 Mei 2015

ARMINTA SPOOK: MY HAUNTED HOUSE


PENULIS           : ANGIE SAGE
TAHUN                        : 2014
JUDUL              : ARMINTA SPOOK: MY HAUNTED HOUSE
PENERBIT        : NOURA BOOKS, JAKARTA (VERSI TERJEMAHAN)
                          HARPERCOLLINS PUBLISHERS (VERSI ASLI)

Sebenarnya sudah beberapa kali liat novel ini waktu ke bookstore, tapi pilihan jatuh kelain hati. Pada suatu hari yang begitu tenang, ku jumputlah ini buku karena dari cover cukup menarik hati ini. Dari cover coba tebak-tebak kalo tokoh utamanya adalah anak-anak (pasti donk, liat di label belakang ada tulisan “fiksi anak”… actually this is my fav genre, wkwkk) dan ada horor-horor.
Novel ini berhasil dilahap dalam sehari karena cukup tipis dengan total halaman 115. Yang aku suka dari fiksi anak-anak ialah gambar-gambar yang eyecathing banget. Ntah kenapa kalo novel-novel remaja bahkan dewasa tidak terlalu banyak memuatkan gambar-gambar. Menurutku unsure visualisasi juga penting. Nach di novel ini gambar cute and creepy, dan aku suka.
Untuk alur cerita, jujur nggak terlalu creepy. Aku maklum sih inikan segmennya buat anak-anak. Pastinya yang create juga nggak mau sampe bikin anak-anak takut tidur atau bahkan takut ke toilet. Tapi jujur, cerita ini mewakili imajinasiku saat kecil dulu.

“Aku selalu ingin menemukan jalan rahasia.”- hal 38

Sering ngejelajah rumah kalau saja ada ruang rahasia (meskipun rumah kecil tapi entah kenapa sense aja ngebayangin kaya gitu). Alih-alih nemu ruang rahasia, tembok rumah (yang terbuat dari kayu) malah bolong dan nembusnya ia ke ruang sebelah, wkwkwk.
Yupz, ceritanya Arminta mau membuat sebuah rencana terbaik agar calon pembeli tidak membeli rumahnya yang akan di jual oleh Bibi Tabby. Arminta tinggal bersama dengan Bibi Tabby dan Paman Drac, karena kedua orang tuanya tidak pernah kembali saat berburu vampire di Transylvania. Saat mencoba membetulkan Tuan Horace, baju zirah, Arminta menemukan sebuah kunci yang tua dengan label tua yang bertuliskan.
Ini merupakan kunci menuju Balkon
Kelak mampu membuka segala pintu

Kunci itulah yang membawa Arminta ke tempat yang belum pernah ia datangi meski di rumahnya sendiri. Bahkan di sana ia bertemu dengan Hantu yang ada di rumahnya. Tapi syukurnya hantunya nggak semengerikan hantu-hantu di Indonesia. Coba aja ketemu bakalan lari compang-camping, mana ada niatan buat say hello sekalipun. Nach di sini hantunya nggak semengerikan itu. pernah nonton Harry Potter dongs, ada tuh hantu-hantu yang bertebangan saat para murid lagi di meja makan. Nggak seremkan, bahkan para murid bercanda dan bertegur sapa dengan mereka. Jadi, sosok hantu yang ada di rumah Arminta adalah sosok hantu yang Friendly menurutku, awalnya, tapi nggak tau selanjutnya bisa kaya gimana.
“Di salah satu sudut terdapat kursi tua dengan tumpukkan
buku tua dan lusuh di atasnya.”
Kalimat di atas adalah gambaran salah satu ruangan yang ditemukan Arminta. That’s my fav part. Wah, aku mah ngarep banget bisa nemu ruangan seperti ini. Perfect banget buat tempat rahasia apalagi nemu buku-buku tua.

“Di depan pintu, berdiri beberapa orang teraneh yang pernah ada.”

Kalau novel ini dibuat movie, kalian bisa bayangin movie garapan TIM Burton. Pas banget tuh Gotik-gotik gimana gituh. Tokoh-tokoh yang muncul dalam cerita ini yaitu:
1)  Arminta
2)  Bibi Tabitha
3)  Paman Drac
4)  Tuan Horace
5)  Edmund
6)  Keluarga Wizzard
a)   Brenda Wizzard
b)   Barry Wizzard
c)   Wanda Wizzard
Ending ceritanya menurutku bagus, nggak dipaksain, natural banget.
 “Jadi aku tahu, aku tinggal di rumah berhantu, seperti yang selalu kuinginkan.”
Meskipun ceritanya asyik tapi jujur untuk ketemu hantu mah nggak nagrepin di dunia nyata atuh. Selesai buku pertama, tertarik untuk ke buku Arminta kedua yang judulnya Pedang dalam Gua. Check it out!!!!
Kesimpulan:
Arminta memiliki sifat yang selalu ingin tahu dan pemberani yang membawanya ke tempat yang tidak pernah ia bayangkan. Sifat ini yang membawa Arminta pada petualangan yang tak pernah ia bayangkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar